Di mana bisa tes napas Helicobacter pylori? Pemeriksaan ini dapat dicari melalui laboratorium klinik tertentu dan rumah sakit yang memiliki layanan gastroenterologi. Namun, tidak semua cabang menyediakan tes napas, sehingga Anda perlu memastikan jenis pemeriksaan sebelum datang atau membayar.
Selain lokasi dan biaya, persiapan sangat menentukan ketepatan hasil. Beberapa obat lambung serta antibiotik dapat membuat hasil tampak negatif meskipun infeksi masih ada. Berikut panduan untuk merencanakan pemeriksaan.
Apa Itu Tes Napas Helicobacter pylori?
Tes napas, atau urea breath test (UBT), merupakan pemeriksaan noninvasif untuk mendeteksi infeksi aktif bakteri Helicobacter pylori di lambung. Bakteri ini menghasilkan enzim urease yang memecah urea. Setelah Anda menelan urea berlabel khusus, alat mengukur perubahan karbon dioksida pada sampel napas.
UBT dapat digunakan untuk pemeriksaan awal maupun memastikan keberhasilan pengobatan. Berbeda dengan tes antibodi darah, tes napas lebih sesuai untuk menilai apakah infeksi masih aktif. Keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, dan kembung tidak selalu disebabkan H. pylori, sehingga pemilihan tes sebaiknya mempertimbangkan penilaian dokter.
Daftar Lab dan Rumah Sakit untuk Mengecek Layanan
Daftar berikut merupakan titik awal untuk menghubungi penyedia layanan, bukan konfirmasi bahwa UBT tersedia di semua cabang. Ketersediaan dan tarif tidak diverifikasi secara langsung dalam artikel ini.
1. Laboratorium Klinik Prodia
Hubungi cabang Prodia atau layanan pelanggan resminya untuk menanyakan pemeriksaan dengan nama Urea Breath Test atau UBT H. pylori. Pastikan cabang pelaksana, jadwal, kebutuhan reservasi, dan instruksi persiapannya.
2. Laboratorium Klinik PRAMITA
PRAMITA dapat menjadi salah satu jaringan laboratorium yang Anda hubungi. Tanyakan secara spesifik apakah tes napas tersedia di cabang setempat atau perlu diarahkan ke lokasi lain. Jangan menyamakan pemeriksaan antibodi H. pylori dengan UBT.
3. Kimia Farma Diagnostika
Anda juga dapat mengecek layanan melalui jaringan Kimia Farma Diagnostika. Konfirmasikan metode pemeriksaannya terlebih dahulu karena pemeriksaan H. pylori yang tersedia di suatu lokasi bisa berupa tes darah atau tinja, bukan tes napas.
4. Rumah Sakit dengan Layanan Gastroenterologi
Rumah sakit seperti jaringan Siloam dan RS Pondok Indah dapat menjadi tempat untuk menanyakan evaluasi H. pylori serta akses UBT. Ketersediaan tes bergantung pada unit dan fasilitas masing-masing. Hubungi bagian laboratorium atau klinik penyakit dalam untuk mengetahui apakah pemeriksaan dilakukan di lokasi tersebut atau melalui rujukan.
Saat menghubungi fasilitas, sebutkan kota Anda dan tanyakan: “Apakah tersedia urea breath test H. pylori, di cabang mana, dan apakah perlu surat pengantar dokter?”
Berapa Kisaran Biaya Tes Napas H. pylori?
Untuk anggaran awal, siapkan sekitar Rp500.000–Rp2.000.000 per pemeriksaan. Angka ini merupakan kisaran orientatif, bukan tarif resmi atau penawaran terkini. Biaya aktual dapat berada di luar rentang tersebut, bergantung pada fasilitas, metode, dan komponen layanan.
- Metode tes: jenis kit dan penggunaan karbon-13 atau karbon-14 dapat memengaruhi tarif.
- Biaya tambahan: konsultasi dokter, administrasi, atau layanan lain mungkin ditagihkan terpisah.
- Tujuan pemeriksaan: tes ulang setelah pengobatan biasanya merupakan pemeriksaan tersendiri.
Mintalah rincian total biaya sebelum reservasi. Untuk BPJS Kesehatan atau asuransi swasta, jangan menganggap pemeriksaan otomatis ditanggung; konfirmasikan indikasi, alur rujukan, fasilitas, dan ketentuan penjaminnya.
Cara Persiapan agar Hasil Tidak Negatif Palsu
Ikuti petunjuk tertulis dari fasilitas pemeriksaan karena protokol dapat berbeda. Jangan menghentikan obat resep sendiri, terutama jika Anda memiliki riwayat tukak atau perdarahan lambung.
- Laporkan antibiotik dan bismut. Umumnya diperlukan jeda minimal empat minggu setelah pemakaian antibiotik atau obat yang mengandung bismut sebelum UBT.
- Diskusikan penghentian penekan asam. PPI seperti omeprazole, lansoprazole, dan pantoprazole, serta obat golongan PCAB seperti vonoprazan, umumnya perlu dihentikan sekitar dua minggu sebelum tes sesuai arahan dokter.
- Tanyakan aturan obat lambung lainnya. Penghambat H2 seperti famotidine mungkin perlu dihentikan sementara sesuai protokol. Jangan menganggap semua antasida dan obat lambung memiliki aturan yang sama.
- Jalani puasa sesuai instruksi. Banyak protokol meminta puasa beberapa jam, sering kali sekitar empat sampai enam jam, tetapi ada yang lebih lama. Pastikan juga aturan minum air putih.
- Hindari hal yang dilarang fasilitas. Tanyakan batasan merokok, makan permen, mengunyah permen karet, serta minum kopi atau teh menjelang pemeriksaan.
- Sampaikan kondisi khusus. Beri tahu petugas jika sedang hamil, menyusui, memiliki kesulitan menelan, atau pemeriksaan ditujukan untuk anak.
UBT karbon-13 menggunakan isotop nonradioaktif. UBT karbon-14 menggunakan paparan radiasi sangat rendah, sehingga pemilihan metode perlu mendapat perhatian khusus pada kehamilan dan anak.
Bagaimana Prosedur dan Kapan Tes Ulang Dilakukan?
Petugas mengambil sampel napas sesuai protokol, kemudian Anda menelan sediaan urea berlabel. Setelah menunggu sesuai metode, biasanya sekitar 10–30 menit, sampel napas berikutnya dikumpulkan untuk dianalisis. Jadwal keluarnya hasil bergantung pada fasilitas, jadi tanyakan saat reservasi.
Untuk memastikan keberhasilan terapi, tes umumnya dilakukan minimal empat minggu setelah antibiotik selesai, dengan tetap memenuhi jeda penghentian PPI atau PCAB sekitar dua minggu. Hilangnya keluhan saja tidak membuktikan bakteri sudah tereradikasi.
Hasil positif perlu dibahas dengan dokter untuk menentukan terapi. Hasil negatif juga perlu ditinjau jika persiapan tidak sesuai atau keluhan menetap. Bila UBT tidak tersedia, dokter dapat mempertimbangkan tes antigen H. pylori pada tinja.
Segera cari pertolongan medis jika terdapat muntah darah, tinja hitam seperti aspal, atau nyeri perut hebat. Jangan menunda pemeriksaan dokter hanya demi menjadwalkan tes napas.






