Saat anak diare, orang tua tentu ingin mencari cara agar si kecil segera nyaman kembali. Selain oralit, probiotik sering menjadi pilihan pendamping karena mengandung mikroorganisme hidup yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Namun, tidak semua probiotik terbukti bermanfaat untuk diare, dan tidak semua anak membutuhkannya. Keamanan produk juga bergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta cara penggunaannya. Berikut lima pilihan merek yang dapat dicari di apotek. Ketersediaan dan variannya berbeda-beda, jadi pastikan produk memiliki izin edar BPOM dan sesuai untuk usia anak.
Apakah Probiotik Membantu Mengatasi Diare Anak?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa strain probiotik tertentu dapat membantu mempersingkat diare akut pada sebagian anak. Namun, hasil penelitian tidak selalu konsisten, sehingga rekomendasi penggunaannya dapat berbeda antar pedoman medis.
Manfaat probiotik bersifat spesifik terhadap strain dan dosis yang diteliti. Artinya, produk dengan jenis mikroorganisme berbeda tidak otomatis memberikan hasil yang sama. Jumlah bakteri yang lebih banyak juga belum tentu lebih baik.
Prioritas penanganan diare tetap mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Jangan menunda pemberian oralit atau pemeriksaan dokter hanya karena sedang mencoba probiotik.
5 Pilihan Probiotik untuk Diare Anak di Apotek
1. Lacto-B
Lacto-B merupakan salah satu suplemen probiotik berbentuk serbuk sachet yang dikenal di Indonesia. Produk ini mengandung kombinasi bakteri, antara lain Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus.
Bentuk serbuk dapat menjadi pilihan untuk anak yang belum mampu menelan tablet. Ikuti petunjuk kemasan mengenai cara mencampur dan memberikan produk. Bila diperbolehkan dicampur dengan makanan atau minuman, gunakan sedikit saja agar seluruh takaran habis dikonsumsi.
Perlu diperhatikan: kandungan beberapa jenis bakteri tidak otomatis membuktikan efektivitasnya untuk setiap kasus diare. Pastikan dosis dan batas usia sesuai label atau arahan tenaga kesehatan.
2. L-Bio
L-Bio juga tersedia sebagai suplemen probiotik, termasuk dalam bentuk sachet. Produk ini dapat menjadi opsi yang ditanyakan kepada apoteker ketika orang tua mencari sediaan praktis untuk anak.
Periksa nama varian secara lengkap karena komposisi, jumlah mikroorganisme, dan aturan penggunaan dapat berbeda. Jangan menganggap semua kemasan dengan merek serupa memiliki dosis yang sama.
Perlu diperhatikan: baca bahan tambahan pada label, terutama jika anak memiliki alergi makanan. Untuk anak dengan alergi protein susu sapi, konfirmasikan kesesuaian produk kepada apoteker atau dokter, bukan hanya berdasarkan tulisan probiotik pada kemasannya.
3. Interlac
Interlac dikenal sebagai probiotik yang mengandung Lactobacillus reuteri DSM 17938. Merek ini memiliki beberapa bentuk sediaan, termasuk tetes, yang dapat memudahkan pemberian pada anak sesuai batas usia produknya.
Strain tersebut telah diteliti dalam sejumlah kondisi saluran cerna anak. Meski demikian, manfaatnya pada diare tidak selalu konsisten dan tidak berarti setiap anak akan lebih cepat pulih.
Perlu diperhatikan: gunakan alat penetes bawaan dan ikuti takaran pada label. Jangan menyamakan jumlah tetes antarproduk. Perhatikan pula petunjuk pengocokan, penyimpanan, serta masa penggunaan setelah botol dibuka.
4. BioGaia Protectis
BioGaia Protectis juga dikenal menggunakan Lactobacillus reuteri DSM 17938. Produk ini tersedia dalam beberapa bentuk dan varian, sehingga orang tua perlu memeriksa sediaan yang sesuai untuk usia anak.
Sebagian varian dapat mengandung tambahan vitamin D. Jika anak sudah mendapat suplemen vitamin D lain, sampaikan kepada dokter atau apoteker agar asupannya tidak tumpang tindih.
Perlu diperhatikan: karena strain pada produk tertentu dapat sama dengan Interlac, tidak perlu memberikan keduanya sekaligus tanpa arahan dokter. Menggabungkan merek tidak otomatis meningkatkan manfaat dan justru menambah biaya.
5. Normagut
Normagut merupakan probiotik berbasis ragi Saccharomyces boulardii, bukan bakteri. Mikroorganisme ini telah diteliti sebagai pendamping pada beberapa jenis diare, tetapi manfaat penelitian tetap perlu dinilai berdasarkan strain, dosis, dan kondisi pasien.
Produk ini dikenal dalam bentuk kapsul. Untuk anak yang belum bisa menelan kapsul, tanyakan kepada apoteker apakah produk boleh dibuka serta bagaimana cara memberikannya. Pastikan pula batas usia pada kemasan.
Perlu diperhatikan: probiotik ragi tidak digunakan sembarangan pada anak dengan gangguan kekebalan tubuh, sakit berat, atau kateter vena sentral. Beri tahu tenaga kesehatan jika anak sedang memakai obat antijamur.
Cara Memilih dan Memberikan Probiotik dengan Aman
- Sesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Untuk bayi, konsultasikan terlebih dahulu, terutama bila diare baru terjadi atau disertai keluhan lain.
- Periksa izin edar, segel, dan kedaluwarsa. Belilah melalui apotek atau penjual resmi.
- Ikuti aturan penyimpanan. Tidak semua probiotik harus masuk kulkas; ikuti label masing-masing produk.
- Hindari mencampur dengan makanan atau minuman panas. Suhu tinggi dapat menurunkan jumlah mikroorganisme hidup.
- Sampaikan obat yang sedang diminum. Probiotik berbasis bakteri mungkin perlu diberi jeda dari antibiotik sesuai petunjuk apoteker.
Anak dengan kekebalan tubuh lemah, kondisi kritis, atau kateter vena sentral tidak boleh diberi probiotik tanpa persetujuan dokter karena terdapat risiko infeksi yang jarang tetapi serius.
Oralit Tetap Utama, Kenali Tanda Bahaya
Berikan oralit sedikit-sedikit tetapi sering, terutama setelah BAB cair. Larutkan sesuai volume air yang tercantum pada kemasan. Tetap lanjutkan ASI dan makanan sesuai usia. Zinc juga lazim digunakan dalam penanganan diare anak sesuai arahan tenaga kesehatan.
Segera cari pertolongan jika anak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mampu minum, terus muntah, buang air kecil jauh berkurang, atau mengalami BAB berdarah. Bayi di bawah enam bulan yang diare sebaiknya segera dinilai tenaga kesehatan. Periksakan pula jika diare memburuk atau tidak mulai membaik dalam 48 jam.
Kesimpulannya, probiotik dapat dipertimbangkan sebagai pendamping, bukan pengobatan utama. Pilihan terbaik bukan sekadar merek populer, melainkan produk yang sesuai usia, kondisi anak, dan pertimbangan tenaga kesehatan.






